Tampilkan postingan dengan label Fabio Cannavaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fabio Cannavaro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2009

Dokter Cannavaro Dimejahijaukan


Dokter yang membuat kesalahan dengan memberikan zat doping kepada bek Juventus itu terancam sanksi skorsing.

Kasus doping Fabio Cannavaro beberapa bulan lalu masih berlanjut. Akan tetapi, subyek pemeriksaan bukan pada pemain belakang Juventus itu, melainkan pada dokter yang menanganinya.
Seperti diketahui, Cannavaro terpaksa berurusan dengan komisi anti-doping Italia setelah gagal dalam tes medis di bulan Agustus. Saat itu, dalam sampel urine dan darah Cannavaro terkandung zat cortisone, yang penggunaannya dilarang dalam olahraga.

Setelah diperiksa, Cannavaro diketahui mendapat zat tersebut dari obat anti racun serangga yang disuntikkan dokter tim Juventus, setelah yang bersangkutan mendapat sengatan lebah. Yang dipermasalahkan kemudian adalah segala aktifitas tersebut tidak disertai dokumen-dokumen yang diperlukan yang membuatnya legal.

Cannavaro sendiri akhirnya bebas dari tuduhan doping. Tapi tim dokter yang menanganinya tidak demikian. Bartolomeo Goitre dan Luca Stefanini terancam mendapat sanksi skorsing tiga bulan setelah dituntut jaksa penuntut umum dari Komite Olimpiade Italia kemarin.

Sampai saat ini, belum ada keputusan final dijatuhkan untuk dua dokter tim Juventus ini.

Credits: GOAL.com


Read More......

Sabtu, 05 September 2009

ZANETTI Ke Fiorentina

ZANETTI KE FIORENTINA

JUVENTUS mulai mempreteli pemain veteran. Cristiano Zanetti jadi korbannya, midfielder berusia 32 tahun itu dilego ke Artemio Franchi, markas Fiorentina. Menurut SKY Sport Italia, Zanetti ditransfer permanen dengan bayaran £1,5 juta pounds atau Rp. 24,75 miliar. Mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan ini diklaim setuju meneken kontrak di Artemio Franchi selama tiga musim dan bersedia mengurangi besaran gajinya pertahun.
“Fiorentina telah mendapatkannya. Kedua klub telah sepakat, begitupun dangan pemain” kata Carvo Pallavicino, agen Zanetti kepada Violanews. Artemio Franchi bukanlah ‘rumah’ baru bagi Zanetti. Pemain kelahiran Carrara, Italia itu merintis karirnya pada 1993 di Fiorentina. Ia hanya merumput empat kali dalam tiga musim sebelum dilego ke Venezia pada 1996.“Dapat saya katakan ini belanjaan bagus buat The Tuscans, karena Cristiano 100% fit dan dapat mempengaruhi Viola”.
Sementara itu, Direktur Umum JUVENTUS Alessio Secco menghentikan langkah Juve dibursa transfer. Dengan empat pemain baru bergabung, Juventus dinilainya sudah cukup kompetitif. “Kehadiran Martin Careces, kami menutup pintu belanja” tegasnya dikutip Tribalfootbal. Careces memang menjadi pemain terakhir JUVENTUS. Felipe Melo, Fabio Cannavaro dan Diego menjadi tiga pemain yang terlebih dulu bergabung.’

Credits: PROGOL!



Read More......

Jumat, 04 September 2009

JUVE Ikat Grosso


JUVE Ikat Grosso

Fabio grosso mudik ke Italia. Kontrak tiga tahun dengan Juventus diteken.

PERGULATAN Juventus dengan Olympique Lyonnais sepanjang calcio mercato musim panas berakhir dengan kata sepakat. Grosso pindah haluan ke ‘Si Nyonya Tua’ setelah Juve menaikan penawarannya.

Sehari sebelum deadline bursa, Juve akhirnya menyetujui permintaan Lyon. Mahar €2juta (Rp. 28 miliar) dikucurkan Juve demi tanda tangan Grosso. Lyon juga akan mendapatkan tambahan fulus tak lebih dari €1juta(Rp. 14 miliar) tergantung dari penampilan Grosso. Sebelumnya, Juve bergeming penawarannya dibawah €2juta. Lyon mematok harga selangit buat Grosso, yaitu €6juta (Rp. 86 miliar).

Grosso diikat Juve dengan kontrak tiga tahun. Dan, selama kurun itu pula Juve membayar cicilan transfer Grosso.

Grosso jadi pemain keempat kelas dunia yang direkrut Juve di lantai bursa musim panas. Sebelumnya Ciro Ferara mengantongi pemain wahid macam dua centrocampisti Diego Ribas da Cunha dan Felipe Melo, serta bek Fabio Cannavaro.

Numpleknya aktor papan atas di skuad ‘bau kencur’ Ferara dipercaya mampu melambungkan Juve di kampanye 2009/2010. pengalaman Grosso di level tim nasional Italia dan Internazionale Milan modal besar buat kerjasamanya dengan Cannavaro dan Giorgio Chilellini sebagai central-back juve.

“Pembelian Fabio Grosso menambah kualitas ekstra buat tim kami yang sudah kompetitif. Pengalaman dan talenta juara dunia ini sangat penting,” bilang manager umum Jean-Claude Blanc.

Meski telah menggaet Martin Careces yang dipinjam dari Barcelona, Ferrara belum puas. Careces biasanya beroperasi sebagai bek tengah. Tapi, ia juga mumpuni menelisir sektor kiri dan kanan. Dengan kedatangan Grosso (31), opsi sektor kiri makin membludak.

Maklum, persaingan sudah diwarnai oleh dua bek kiri muda, Cristian Molinaro (26) dan Paolo de Ceglie (22) jadi saingan Grosso. Well, persaingan memperebutkan posisi starting eleven hal yang lumrah. Terpenting, Grosso mencapai targetnya dengan membawa Juve mencapai prestasi puncak.

“Ini yang saya inginkan. Bersama tim seperti ini, Anda selalu ingin menyapu bersih kemenangan. Semoga itu bisa saya raih,” ucap eks Inter itu.

Credits: ProGOL! newspaper

Read More......

Minggu, 23 Agustus 2009

Salary Cap Bukan Solusi


Salary Cap Bukan Solusi

Silvio Berlusconi khawatir dengan perputaran uang diranah sepakbola Eropa. Tingginya gaji pemain dikhawatirkan bakal merusak kompetisi. Kekuasaan tim-tim berduit yang belanja gila-gilaan dengan mendatangkan pemain mahal, sulit ditandingi klub medioker dengan keuangan pas-pasan.
Karenanya presiden AC Milan itu berencana mengusulkan salary cap kepada UEFA selaku Organisasi Sepakbola Eropa. Salary cap adalah limit yang berhak dikeluarkan klub untuk membayar gaji pemain.
Kabijakan salary cap ini bertujuan untuk mengontrol pengeluaran klub. Setidaknya, besar penghasilan yang diterima pemain saat ini mesti dipangkas 50% demi stabilitas persaingan klub yang sehat.
“ Apa yang didapat pemain saat ini benar-benar kelewat batas dan diluar kenyataan. Kami mesti memiliki salary cap seperti di Amerika Serikat. Setidaknya 50% dari gaji yang ada benar-benar gila,” celoteh Berlusconi.
Solusi yang dihamparkan Berlusconi menguntit cabang olahraga di AS macam Hoki, Sepakbola atau Rugby di Inggris, tak diamini Fabio Cannavaro. Difensore
Juventus itu menilai salary cap bukan solusi tepat mengatasi gap lebar antara klub kaya dan gurem di tengah krisis ekonomi.
“Mungkin Presiden Berlusconi hanya memikirkan Milan ketika membahas salary cap. Faktanya tak semudah itu. Pemain khawatir dengan krisis ekonomi, tapi mengurangi gaji tak menyelesaikan masalah. Kalau gaji kami dipotong harga tiket harus turun juga,” pungkas Cannavaro.

Credits: PROGOL! Read More......